Sekolah-sekolah kejuruan (jenjang SMK) saat ini masih membutuhkan banyak guru, setidaknya 45.000 guru untuk 121 program keahlian. Indonesia memiliki sekitar 10.000 sekolah kejuruan, 40 persennya adalah sekolah negeri dan sisanya berstatus swasta. "Kita kekurangan 45.000 guru SMK dan itu menjadi problem kita," kata Kepala Subdit Pembelajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Agung Budi Santoso, di Jakarta. Menurutnya, kekurangan yang begitu besar terjadi di jurusan perminyakan, geologi, kimia, penerbangan, dan pelayaran. Hal ini disebabkan karena distribusi guru yang tidak merata serta minimnya jumlah tenaga pendidik.

"Kenapa bisa kurang? Karena, misalnya, guru geologi, mereka lebih memilih bekerja di pertambangan karena gajinya lebih besar. Ada juga yang distribusinya tidak merata, di sini berlebih, tetapi di tempat lain kekurangan," ujarnya. Faktor lain yang menimbulkan kekurangan jumlah guru adalah pengangkatan guru yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Oleh karena itu, Kemdikbud tengah menjalin kerja sama dengan Institute Technical Education (ITE) Singapura guna memberikan pelatihan pada puluhan guru agar memiliki keterampilan dalam menyampaikan materi kepada siswa. "Kekurangan guru terbesar itu ada di SMK dengan akreditasi C. Makanya, kita selalu me-review kebutuhan pasar dengan melibatkan industri, termasuk bekerja sama dengan pihak luar," tuturnya.

*Sumber : edukasi.kompas.com/Kartika Maharani

 


Comments




Leave a Reply